PT Bunga Raya dan Lam-Lam Dinilai Merugikan Masyarakat Madapangga

Rabu, 05 September 20121komentar


KM-Madapangga—Penolakkan operasi PT Bunga Raya dan perusahaan air minum CV LAM-LAM di kecamatan Madapangga, terus terjadi. Kali ini sejumlah pemuda dan warga masyarakat yang bergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Rakyat (APMPR) Madapangga, Sabtu (1/9) kemarin, turun kejalan menolak aktivitas kedua perusahaan itu.
            Sebelum menuju kantor Camat Madapangga, massa APMPR yang berkonsentrasi menggunakan gerobak benhur melakukan orasi dipertigaan cabang Dena—kemudian mereka konvoi bertolak ke kantor pemerintah kecamatan setempat. Mereka meminta Camat Madapangga agar aktivitas PT Bunga Raya dan CV LAMA_LAM dihentikan karena diangap menghabiskan sumber pencaharian masyarakat.
Massa APMPR dibawa koordinator lapangan Wahyudin, meminta Camat Madapangga untuk klarifikasi kembali hadirnya dua perusahaan tersebut, yang dianggap telah ‘merampas’ sumberdaya alam sebagai salah satu sumber pencaharian masyarakat Madapangga.
Seperti dampak yang terjadi akibat pengeboran air air minum kemasan di perusahaan CV Lam-Lam, di desa Ndano. Dimana di beberapa titik sumber mata air sekitar perusahaan tersebut hilang, yang sebelumnya mata air itu mengeluarkan debit air yang cukup besar baik kebutuhan irigasi pertanian maupun lainnya.
Menurut Wahyudin, CV Lam-Lam saat ini dinilai telah mendapat keuntungan yang lebih besar dari hasil sumber mata air Madapangga. Namun konstribusi balik terhadap Madapangga sampai kini tidak ada perkembangan yang berarti bagi pembangunan wilayah Madapangga. Justru dampak yang terjadi mengancam hilangnya sumber mata air di Taman Wisata Alam (TWA) sebagai kebanggaan masyarakat Madapangga sendiri.
Pengeboran juga terjadi tak jauh dari lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Sehingga tak heran pusat mata air di TWA tersebut kian hari semakin berkurang yang diduga akibat besarnya debit air yang disedot dalam perusahaan LAM-LAM. Pemerintah Daerah kabupaten Bima diharapkan meninjau kembali izin beroperasinya perusahaan air minum Lam-Lam. 
Selain LAM-LAM, perusahaan PT Bunga Raya untuk menghentikan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan lahan masyarakat sekitar sungai di sejumlah wilayah pedesaan di Madapangga. Dampak lain hilangnya sumber pencaharian bagi pemilik gerobak yang mengadu nasib lewat galian C.
Tutuntan mereka juga meminta agar PT Bunga Raya melakukan rehabilitasi kembali lahan masyarakat yang rusak.
Sementara orasi yang disampaikan Gufran, salah satu anggota APMPR menilai, persoalan di Madapangga tidak hanya galian C, namun juga kejelasan pertemuan antara pihak perusahaan yang tidak memberikan hasil titik terang terhadap masyarakat. “Disini, Camat tidak bisa memberikan alasan jelas, melainkan saling melempar kepada kepala desa,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi penolakkan serupa juga terjadi beberapa bulan lalu. Tuntutan yang sempat memblokir jalan lintas Sumbawa saat itu, hingga dilakukan oleh oknum yang mengatasnama kelompok masyarakat Rade dan Bolo, Madapangga. Sayangnya, tuntutan oknum itu akhirnya kendor ditengah jalan setelah menerima ‘bingkisan’ dari pihak yang mengaku dari dua perusahaan tersebut.(kamal)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

18 Juli 2015 07.39

Excellent post. I was checking constantly this blog and
I am impressed! Extremely helpful info particularly the last part :) I care for such information much.
I was looking for this certain information for a long time.

karimun jawa | mebel jepara | karimunjawa tour murah | furniture jati | karimunjawa island | minimalis jati jepara |

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KAMPUNG MADAPANGGA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger